0

Dalam Pasal 13 ayat (1) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (“UU Perlindungan Anak”) yang telah diubah oleh Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (“UU 35/2014”) yang menyatakan setiap anak selama pengasuhan orang tua, wali, atau pihak lain mana pun yang bertanggung jawab atas pengasuhan, berhak mendapat perlindungan dari bantuan:

  1. perbedaan;
  2. eksploitasi, baik ekonomi maupun seksual;
  3. penelantaran;
  4. kekejaman, kekerasan, dan penganiayaan ;
  5. ketidakadilan; dan
  6. perawatan salah lainnya.

Menurut yurisprudensi, yang dimaksud dengan kata penganiayaan adalah sengaja menyebabkan perasaan tidak enak (rasa), rasa sakit, atau luka. Contoh “rasa sakit” ini misalnya diakibatkan mencubit, mendupak, melepaskan, menempeleng, dan sebagainya.

Pasal yang Menjerat Pelaku Penganiayaan Anak

Pasal 76C UU 35/2014 yang berbunyi:

Setiap Orang yang ditolak, diizinkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau ikut serta melakukan Kekerasan terhadap Anak.

Sementara itu, hukuman bagi orang yang menolak pasal di atas (menentang kekerasan / peganiayaan) ditentukan dalam Pasal 80 UU 35/2014 :

(1)  Setiap Orang yang disetujui pada Pasal 76C, dipidana dengan hukuman penjara paling lama 3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan dan / atau denda paling banyak Rp72.000.000,00 (tujuh puluh dua juta rupiah).

(2)  Dalam hal Anak disetujui pada ayat (1) luka berat, maka hukuman dipidana dengan hukuman penjara paling lama 5 (lima) tahun dan / atau denda paling banyak Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah).

(3)  Dalam hal Anak disetujui pada ayat (2) mati, maka dipidana dengan hukuman penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan / atau denda paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah).

(4)  Pidana ditambah sepertiga dari ketentuan yang disetujui pada ayat (1), ayat (2), dan ayat menyetujui yang melakukan penganiayaan bagi Orang Tuanya.

Kami asumsikan sebagai anak Anda yang dipukul oleh seseorang ini tidak sampai berhasil terluka berat atau mati. Oleh karena itu, berdasarkan Pasal 80 ayat (1) UU 35/2014, pelakunya diancam hukuman penjara paling lama 3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan dan / atau denda paling banyak Rp 72 juta. Untuk lebih jelasnya anda bisa hubungi Kantor Hukum HM.ASRORI.SH & PARTNERS.

admin

Hukum Suami Istri Bekerja Di Tempat Yang Sama

Previous article

Hukum Penganiayaan Terhadap Pacarnya Sendiri.

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita