0

Dalam Bab XX KUHP tersebut, dapat kita lihat ada 3 (tiga) macam penganiayaan, yaitu:

  1. Penganiayaan biasa ( Pasal 351 KUHP );
  2. Penganiayaan ringan ( Pasal 352 KUHP ), dan
  3. Penganiayaan berat ( Pasal 354 KUHP ).

Penganiayaan terhadap pacar Anda dapat dipidana sebagai penganiayaan biasa jika memenuhi syarat dalam Pasal 351 KUHP :

(1)  Penganiayaan diancam dengan hukuman penjara paling lama dua tahun hukuman penjara atau penjara denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.

(2)  Jika terjadi luka-luka berat, maka hukuman diancam dengan hukuman penjara paling lama lima tahun .

(3)  Jika berhasil mati, diancam dengan hukuman penjara paling lama tujuh tahun .

(4)  Dengan penganiayaan disamakan sengaja merusak kesehatan.

(5)  Percobaan untuk melakukan kejahatan ini tidak dipidana.

Mengenai penganiayaan Pasal 351 KUHP, R. Soesilo hearts bukunya Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Serta Komentar-Komentarnya Lengkap Pasal Demi Pasal , mengatakan bahwa undang-undang TIDAK Memberi pengertian TENTANG “penganiayaan” ITU. Tapi menurut yurisprudensi, yang diartikan dengan “penganiayaan” yang sengaja menyebabkan perasaan tidak enak, rasa sakit, atau luka . Menurut alinea 4 pasal ini, masuk pula dalam pengertian penganiayaan “ sengaja merusak kesehatan orang ”.

  1. Soesilo dalam buku tersebut juga memberikan contoh dengan apa yang diminta dengan “perasaan tidak enak”, “rasa sakit”, “luka”, dan “merusak kesehatan”:
  2. “perasaan tidak enak” seperti mendorong orang terjun ke kali jadi, menyuruh orang berdiri di terik matahari, dan sebagainya.
  3. “rasa sakit” misalnya laki-laki c ubit, mendupak, melepaskan, menempeleng, dan sebagainya .
  4. “luka” misalnya mengiris, memotong, menusuk dengan pisau dan lain-lain .
  5. “merusak kesehatan” misalnya orang sedang tidur, dan berkeringat, membuka jendela kamarnya, sehingga orang itu masuk angin.

Penganiayaan Pasal 351 KUHP dinamakan “penganiayaan biasa”. Diancam hukum lebih berat, pertengkaran penganiayaan biasa ini berakibat luka berat atau mati. Untuk mengetahui apa yang dibahas dengan “luka berat”, kita bahas pada komentar R. Soesilo terhadap Pasal 90 KUHP. Luka berat atau luka parah antara lain:

  1. Penyakit atau luka yang tidak dapat diharap akan pulih lagi dengan sempurna atau dapat mendatangkan bahaya maut . Jadi luka atau sakit dapat diperbaiki, jika dapat dipulihkan kembali dengan sempurna dan tidak mendatangkan bahaya maut itu bukan luka berat;
  2. Terus menerus tidak cakap lagi melakukan tugas atau pekerjaan. Jika hanya buat sementara saja bolehkan tidak cakap melakukan pekerjaannya itu tidak masuk luka berat. Penyanyi misalnya jika rusak kerongkongannya, jadi tidak bisa menyanyi selama-lamanya itu masuk luka berat;
  3. Tidak lagi memakai ( salah ) pancaindera. Pancaindera = penglihatan, pencium, pendengaran, rasa lidah dan rasa kulit. Orang yang menjadi luar biasa satu mata atau tuli satu telinga, belum masuk dalam pengertian ini, karena dengan mata dan telinga yang lain masih bisa melihat dan mendengar;
  4. Kudung (rompong) dalam teks bahasa Belandanya “ verminking ”, cacad sehingga “jelek” rupanya, karena ada anggota badan yang kalah, misalnya rompong hidungnya, daun telinganya teriris putus, jari tangan atau putus dan sebagainya;
  5. Lumpuh artinya tidak bisa menggerakkan anggota badannya;
  6. Berubah pikiran lebih dari empat minggu . Pikiran terganggu, pecah, tidak dapat memikir lagi dengan normal, semua itu lamanya haris lebih dari empat minggu, jika tidak, tidak masuk pemahaman luka berat;
  7. Menggugurkan atau menghabiskan bakal anak cadangan ibu.

Selain ketujuh macam tersebut di atas , menurut yurisprudensi termasuk pula segala luka yang dengan kata sehari-hari disebut “luka berat”. Dalam hal ini setiap-tiap kejadian harus ditinjau sendiri-sendiri oleh hakim dengan mendengarkan keterangan orang ahli (dokter), yang dalam prakteknya itu disebut “ visum et repertum ”.

Luka berat atau mati di sini hanya boleh mewakili yang tidak dimaksudkan si pembuat (orang yang menganiaya). Jika “luka berat” itu disetujui maka dapat dipidana dengan Pasal 354 KUHP ( penganiayaan berat ):

(1)  Barang siapa yang sengaja melukai orang lain , diancam karena melakukan penganiayaan berat dengan hukuman penjara paling lama selama setahun .

(2)  Jika melakukan itu adalah kematian . yang memutuskan diancam dengan hukuman penjara paling lama sepuluh tahun .

Akan tetapi, jika melakukan yang dilakukan oleh pacar Anda tidak membawa sakit atau berhalangan melakukan pekerjaan Anda, maka melakukan pacar Anda dapat dipidana sebagai penganiayaan ringan ( Pasal 352 KUHP ):

(1)  Mengungkap yang dimaksud dalam pasal 353 dan 356, maka penganiayaan yang tidak menyebabkan penyakit atau halangan untuk menjalankan pekerjaan atau pencarian, diancam, sebagai penganiayaan ringan, dengan perjuangan keamanan paling lama . Pidana dapat ditambah sepertiga untuk orang yang melakukan kejahatan terhadap orang yang bekerja, atau menjadi bawahannya.

(2)  Percobaan untuk melakukan kejahatan ini tidak dipidana.

Jadi berdasarkan uraian di atas, Anda memang bisa melaporkan pacar Anda ke polisi atas dugaan penganiayaan. Sementara, untuk memperkirakan berapa tahun hukuman penjara yang dapat dijatuhkan kepada pacar Anda, disetujui harus kami katakan di atas, hal tersebut diperlukan pada yang diderita oleh Anda karena penganiayaan tersebut. Selain itu, tergantung juga pada apakah pacar Anda memang memerlukan pertimbangan untuk Anda, atau karena penganiayaan tersebut tidak diperlukan oleh pacar Anda (bukan tujuan dari pacar Anda). Untuk lebih jelasnya anda bisa hubungi Kantor Hukum HM.ASRORI.SH & PARTNERS.

admin

Hukum Mencubit, Mendupak, Menempeleng, dan sebagainya Terhadap Anak orang.

Previous article

Bisakah Mengurus Perceraian Tanpa Didampingi Pengacara.

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita