0

Kepailitan adalah salah satu cara menyelesaikan piutang. Berbeda dengan gugatan wanprestasi (perdata umum) yang hanya perlu satu orang kreditur, kepailitan bukan untuk meminta uang untuk seorang kreditur, tetapi untuk menambah orang kreditur (minimal dua orang kreditur). Dengan dijatuhkanya putusan pailit terhadap debitur, maka kreditur-kreditor lain dapat beramai-ramai menyetujui tagihan utangnya.

Penyelesaian utang-piutang melalui jalur kepailitan berakibat semua benda debitur yang ditentukan pailit dalam keadaan disita pengadilan, dan dia tidak dapat lagi mengelola kekayaannya karena sudah diurus oleh kurator hingga proses kepailitan mulai dari pemberdayaan sesuai dengan utangnya.

Proses perkara kepailitan lebih cepat daripada penyelesaian wanprestasi (perdata umum) biasa di pengadilan negeri. Perkara kepailitan diputus paling lama 60 (enam puluh) hari sejak didaftarkan di pengadilan niaga, sedangkan untuk perkara perdata umum bisa relatif lebih lama.

Tidak diketahui hukum banding pada perkara kepailitan. Setelah diputus oleh pengadilan niaga (tingkat pertama) pihak yang tidak puas dengan putusan tersebut dapat diterima kasasi ke Mahkamah Agung. Waktu pemecahan perkara di Pengadilan Agung sama dengan tingkat pertama yaitu 60 (enam puluh) hari sejak berkas perkara di Mahkamah Agung.

Selain itu perusahaan yang dicap “pailit” akan berdampak pada menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan suatu usaha, sehingga yang tidak dapat menjadi direksi atau komisaris perusahaan yang membuat perseoran terbatas.Untuk lebih jelasnya bisa Hubungi Kantor Hukum HM.ASRORI.SH & PARTNERS.

admin

Tips Menghadapi Perkara Hukum

Previous article

Bank Tidak Boleh Menjual Objek Jaminan Milik Debitur Yang Wanprestasi Tanpa Izin Debitur.

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Berita